Mengenal Jaringan Cisco

Minggu, 31 Mei 2009

Model Jaringan Cisco

Model jaringan Cisco terdiri dari tiga layer :
1) Core (backbone) layer, menyediakan transportasi yang optimal antar-mode.
2) Distribution layer, menyediakan koneksi dengan policy.
3) Access layer, menyediakan aksess jaringan untuk user/workgroup.

1) Core Layer
>> Bertanggung jawab untu mengirim traffic scara cepat dan andal.
>> Tujuannya hanyalah men-switch traffic secepat mungkin (dipengaruhi oleh kecepatan dan latency).
>> Kegagalan pada core layer dan desain fault tolerance untuk level ini.
>> Spesifikasi desain :
Yang tidak boleh diakukan :
*) Jgan menggunakan access list, packet filtering, atau routing VLAN.
*) Jangan dukung akses workgroup.
*) Jangan perluas jaringan dengan kecepatan dan kapasitas yang lebih besar.
Yang boleh dilakukan :
*) Desain untuk keandalan yang tinggi ( FDDI, Fast Ethernet dengan link yang redundan atau ATM).
*) Desain untuk kecepatan dan latency rendah.
*) Gunakan protocol routing dengan waktu konvergensi yang rendah.

2) Distribution Layer
>> Disebut juga workgroup layer, merupaan titik komunikasi antara access layer dan core layer.
>> Fungsi utamanya adalah routing, filtering, akses WAN,dan menentukan akses core layer jika diperlukan.
>> Menentukan path tercepat/terbaik dan mengirim request ke core layer. Core layer kemudian dengan cepat mengirim request tersebut ke service yang sesuai.
>> Tempat dilakukannya policy jaringan..

3) Access Layer
>> Mengontrol akses dan end user local ke internetwork.
>> Disebut juga desktop layer.
>> Resource yang paling dibutuhkan oleh user akan disediakan secara local.
>> Kelanjutan penggunaan access list dan filter.
>> Tempat pembuatan collision domain yang terpisah (segmentasi).
>> Teknologi seperti Ethernet switching tampak pada layer ini.
>> Tempat dilakukannya routing statis.

Ohya, baca juga artikel: Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik
:)