WEB 3.0

Selasa, 02 Juni 2009

Dari Web 2.0 Menuju 3.0
Pada mulanya, WWW merupakan sebuah papan pengumuman di dunia maya yang hanya dapat dibaca (read- only) oleh para pengguna Internet. Pengembangan konten sepenuhnya
berada di tangan organisasi yang berada di belakang sebuah website. Pada masa ini, WWW masih berada pada era Web 1.0.

Web 2.0 hadir sebagai pemecah kebekuan read-only menjadi read- write di WWW. Pada era ini, pengguna dilibatkan secara aktif dalam membuat konten. Website-
website yang selama berada di era Web 1.0 hanya menampilkan berita, pada era ini telah menambahkan fitur komentar agar pengunjungnya dapat meninggalkan pesan atau
opini mereka. Selain itu, kehadiran website social networking (Friendster, Facebook, dll.) dan video sharing (YouTube, Layartancap.com, dll.) me- nambah semarak Web 2.0.
Kehadiran RIA (Rich Internet Application berbasis Ajax, Flex, dll), cara memperoleh informasi melalui RSS (Really Simple Syndicated), serta akses ke WWW yang dapat
dilakukan melalui beragam media (ponsel, smartphone, bahkan konsol game) juga merupakan penanda penting dalam Web 2.0. Bila Web 1.0 bersifat read-only,
dan Web 2.0 bersifat read-write, maka Web 3.0 paling tidak harus bersifat read-write-execute. Web 3.0 akan mengizinkan pengguna Inter- net untuk memodifikasi tampilan
bahkan resource website yang dikun- junginya. Bila pada Web 2.0, peng- guna hanya dapat berpartisipasi pada pengembangan konten, pada Web 3.0 pengguna dapat menjalankan
resource miliknya sendiri di WWW. WWW bukan hanya menyediakan aplikasi untuk dijalankan, melainkan platform untuk menjalankan aplikasi dari penggunanya. Sebagai ilustrasi, Web 3.0 akan berperan seperti operating system multiuser. Siapapun
dapat menginstal dan menjalankan aplikasi yang berbeda pada Web 3.0. Tentu saja, selain menyediakan platform untuk menginstal dan menjalankan aplikasi, Web 3.0 juga
tetap menyediakan konten yang lebih canggih daripada pada era-era sebelumnya.

Koneksi Antarinformasi

• Seperti yang telah disinggung di atas, Web 3.0 dapat bertindak sebagai asisten pribadi yang cerdas. Konsepnya sederhana. Bila pada Web 2.0, Internet digunakan untuk
membuat koneksi antarmanusia (social networking), maka pada Web 3.0 koneksi yang terjadi adalah antar- informasi. Informasi apa saja yang terkoneksi? Lihat kembali ilustrasi pada awal rubrik ini. Informasi yang terkoneksi, seperti contoh di atas adalah bioskop, film, restoran, dan tentu saja lokasi Anda. Contoh lain, Anda memiliki uang 10 juta rupiah. Dengan uang tersebut Anda ingin membeli notebook untuk keperluan kantor, modem HSDPA,
dan berlangganan Internet. Saat ini, semua informasi di atas (notebook, modem, langganan In- ternet, dan budget Anda) tidak terkoneksi satu sama lain. Nah, di era Web 3.0, semua informasi di atas saling terkait satu sama lain. Anda tinggal memasukkan kebutuhan An- da serta budget yang dimiliki pada search engine. Biarkan search engine menganalisisnya, dan memberikan saran kepada Anda tentang merek notebook dan modem HSDPA yang bisa dibeli, dan kemana harus ber- langganan Internet. Hidup jadi lebih mudah, bukan? MI


Ohya, baca juga artikel: Nissan X-trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik
:)